| Kamis, 14 Juli 2011 10:20 |
| Stop Kelangkaan BBM |
Pasokan ke Jambi Lebihi Kuota
Dalam orasinya, mereka meminta kepada Pertamina menuntaskan kelangkaan BBM. “Beri kami minyak, mana minyak kami, dan kami minta pertamina tindak lanjut dari para pengecer yang menjual minyak hingga mencapai Rp 20 ribu perliternya,”ungkap pendemo.
Kelangkaan BBM di Provinsi Jambi sebenarnya sudah terjadi lebih dari dua bulan lalu. Dan hampir dialami setiap daerah kabupaten dan kota. Namun khusus di Kota Jambi kondisi terparah terjadi sejak Jumat pekan lalu hingga hari ini.
“Jangan-jangan kelangkaan BBM yang terjadi di provinsi Jambi adalah awal mula akan dilakukannya kenaikan BBM secara nasional,” kata orator Demo, Hilal.
Sementara itu, Asisten wira penjualan PT Pertamina unit pemasaran II Depo Jambi, Hasriansyah mengaku tak mengetahui penyebab kelangkaan. Dirinya mengatakan, pihaknya bingung dengan persoalan ini.
”Stok yang ada di Pertamina sangat cukup untuk kebutuhan masyarakat Jambi beberapa hari kedepan,” katanya.
Menurut Hasriansyah, stok BBM dalam beberapa hari kedepan cukup, Premium 2.986 KL, kerosinel 1.012 KL dan solar sebanyak 4.835 KL, ”Kami sama sekali tidak mau disalahkan dalam masalah ini,”akunya.
Karena menurutnya, yang mempunyai hak untuk melakukan pengawasan adalah BP Migas penyedia BBM bersubsidi didalam negeri. Selain itu ia juga mengatakan, selain dari pihak Pertamina yang bertugas mengeluarkan BBM bersubsidi juga ada dari perusahaan lain. Seperti, PT Caltex dan Petrochina dan beberapa perusahaan lain. Ia juga mengatakan, itu hanya kepanikan masyarakat saja.
’’Kalau masalah kepanikan jangan tanya kepada kami. Karena kami telah melakukan tugas secara maksimal. Penyaluran Premium saja untuk Kota Jambi hari ini sudah melebihi kapasitas, yakni 456 Kl dan biasanya hanya 280 – 310 kiloliter,” katanya.
Warga Kecewa
Rencana pembukaan beberapa SPBU selama 24 jam ternyata tidak terealisasi dengan baik. Hal ini akhirnya menimbulkan keluhan dari masyarakat Kota Jambi. Kebijakan tersebut dianggap hanya isapan jempol belaka.
Seperti diketahui, tujuh SPBU yang ditetapkan oleh Pemprov untuk membuka dan melayani permintaan konsumen selama 24 jam. Ini agar kondisi antrean BBM di Kota Jambi khususnya menjadi lebih baik.
Diantaranya, di SPBU Kebun Jeruk, SPBU Kebun Handil, SPBU Simpang Rimbo, SPBU Kenali Asam, SPBU Edy Wijaya , SPBU Persijam, dan SPBU Sipin Ujung.
Irwan, salah seorang warga Kota Jambi mengatakan, tidak tampak sama sekali membuka selama 24 jam.
“Di Kebun Jeruk saya lihat tidak buka 24 jam. Kalau seperti ini, kita jadi menganggap ketetapan itu tidak ada gunanya,” katanya.
Di kesempatan itu, ia mempertanyakan, apakah ketetapan dan keputusan Pemprov jika ingin membalikkan situasi menjadi lebih baik. Apakah sudah disosialisasikan kepada pihak SPBU.
“Kalau disuruh untuk membuka dan melayani konsumen selama 24 jam tapi stok yang disediakan tidak ditambahkan sama saja dengan tidak. Bisa saja dibuka 24 jam tapi mau apa yang dijual kalau stok tidak ditambahkan. Stok yang ada dan diberikan sekarang saja masih dianggap kurang,” lanjutnya.
Sedangkan menurut Asisten Manajer External Relation Pertamina Sumbagsel, Roberth MV mengatakan, berdasarkan kuota BBM bersubsidi untuk Propinsi Jambi telah over kuota sebesar 110% untuk Premium dan 123% untuk Solar.
‘’Tentunya over kuota ini harus dicermati baik dari Pertamina, Pemerintah Daerah, Kepolisian, maupun Masyarakat sendiri sebagai pengguna / konsumen BBM Bersubsidi,’’ ucapnya.
Dikatakannya, meningkatnya permintaan BBM baik jenis Premium maupun Solar dalam beberapa hari terakhir ini disebabkan oleh terputusnya Aliran Listrik di Kota Jambi. Ini dikarenakan Gardu Induk (GI) PLN Payo Selincah milik PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang menopang ketersediaan listrik untuk Kota Jambi mengalami kendala kerusakan.
‘’Dengan kondisi tanpa adanya listrik, masyarakat kemudian beralih dengan menggunakan Mesin Generator Listrik (Genset) sebagai pengganti sumber listrik baik bagi penerangan maupun operasional sehari-hari,’’ sebutnya.
‘’Penyaluran premium secara normal berkisar 850 KL/hari, dan Terhitung dari hari Sabtu sampai dengan Selasa hari ini Pertamina menyalurkan BBM Premium sebanyak 900 KL/hr, 920 KL/hr, 1054 KL/hr, dan 1000 KL/hr.
‘’Mengaktifkan 7 (tujuh) SPBU yang ada di Kota Jambi untuk dapat beroperasi penuh selama 24 jam dengan pengawasan dan pengamanan ketat dari Satpol PP dan Kepolisian demi tertibnya penyaluran BBM di SPBU,’’ tuturnya.
Kedepan Pertamina melalui Unit Bisnis Industry & Marine juga akan menambah Pasokan BBM Solar kepada PLTD Payo Selincah. Penambahan ini dikarenakan adanya penambahan jam operasional dari PLTD Payo Selincah dari 12 jam menjadi 24 jam sehari.
Gubernur Jambi Hasan Basri Agus sendiri meminta pihak kepolisian menindak para pelaku penimbunan BBM. Karena penimbunan ini telah menyebabkan ke langkaan.
(fth/wsn/arm)
Komentar Pembaca