PERGERAKAN RUPIAH
Setelah dua hari tertekan, rupiah menguat 0,4% sore ini
dibaca sebanyak 2134 kali
0 Komentar JAKARTA. Setelah dua hari sebelumnya cenderung tertekan, rupiah menguat pada perdagangan sore ini. Otot rupiah terangkat seiring meningkatnya kepemilikan asing di surat utang negara dan saham guna mengejar keuntungan dari percepatan pertumbuhan ekonomi.
Rupiah terapresiasi 0,4% ke level Rp 8.548 per dollar AS, hingga pukul 4.25 sore di Jakarta. Ini penguatan terbesarnya sejak 1 Juli, ketika mata uang Garuda ini terapresiasi 0,5%.
Kemarin, Gubernur Bank Indonesia menyebut, produk domestik bruto mungkin akan meningkat 6,3% hingga 6,8% di tahun ini, setelah bertumbuh 6,2% di tahun lalu. Inflasi melambat di 5,54% pada Juni lalu, dan kemungkinan akan berkisar 4% hingga 6% di tahun ini.
Kepemilikan asing di surat utang negara meningkat 22% di tahun ini hingga 8 Juli lalu menjadi Rp 239,3 triliun. Adapun, pembelian asing di saham Indonesia mencapai US$ 1,7 miliar, lebih besar dari yang mereka lepas di tahun ini.
"Pertumbuhan kuat dan inflasi terkendali. Faktor ini mendukung minat investor masuk ke aset Indonesia, sehingga menopang rupiah" ujar analis PT Bank Commonwealth Mika Martumpal, hari ini.
Sore ini, harga obligasi pemerintah bertenor 10 tahun bergerak tipis. Adapun, data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 stganan di level 7,32%.
Rupiah terapresiasi 0,4% ke level Rp 8.548 per dollar AS, hingga pukul 4.25 sore di Jakarta. Ini penguatan terbesarnya sejak 1 Juli, ketika mata uang Garuda ini terapresiasi 0,5%.
Kemarin, Gubernur Bank Indonesia menyebut, produk domestik bruto mungkin akan meningkat 6,3% hingga 6,8% di tahun ini, setelah bertumbuh 6,2% di tahun lalu. Inflasi melambat di 5,54% pada Juni lalu, dan kemungkinan akan berkisar 4% hingga 6% di tahun ini.
Kepemilikan asing di surat utang negara meningkat 22% di tahun ini hingga 8 Juli lalu menjadi Rp 239,3 triliun. Adapun, pembelian asing di saham Indonesia mencapai US$ 1,7 miliar, lebih besar dari yang mereka lepas di tahun ini.
"Pertumbuhan kuat dan inflasi terkendali. Faktor ini mendukung minat investor masuk ke aset Indonesia, sehingga menopang rupiah" ujar analis PT Bank Commonwealth Mika Martumpal, hari ini.
Sore ini, harga obligasi pemerintah bertenor 10 tahun bergerak tipis. Adapun, data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 stganan di level 7,32%.
" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut. Ketentuan lebih lengkap silakan simak Terms of Use "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar